Monday, October 2, 2023

Ekonomi Terjun Bebas,Sedia Payung Sebelum Hujan

 

Grafik resesi 

Di beberapa kasus bangkrutnya sebuah sistem usaha selalu ada hal yang secara jelas menjadi sebab jatuhnya ekonomi sebuah Perusahaan maupun sebuah Negara.Ada 3 hal yang bisa menjadi faktor kebangkrutan ekonomi diantaranya adalah. 

1.Krisis moneter

Apa itu Krisis Moneter? Krisis moneter atau yang juga dikenal sebagai krisis keuangan, merupakan situasi di mana harga aset mengalami penurunan nilai yang tajam, bisnis dan konsumen tidak dapat membayar hutangnya, dan lembaga keuangan mengalami kekurangan likuiditas. Krisis moneter sering dikaitkan dengan kepanikan dimana investor menjual aset atau menarik uang dari rekening tabungan karena mereka takut nilai aset tersebut akan turun jika tetap berada di lembaga keuangan. Situasi lain yang dapat disebut sebagai krisis keuangan termasuk pecahnya gelembung keuangan spekulatif, kehancuran pasar saham, gagal bayar pemerintah, atau krisis mata uang. Krisis keuangan mungkin terbatas pada bank atau menyebar ke seluruh ekonomi tunggal, ekonomi suatu wilayah, atau ekonomi di seluruh dunia.

2.Perang Dunia

Pada perang dunia 1 yang berjalan antara thn 1914-1918 telah  mengubah peta Eropa secara dramatis. Empat kekaisaran menghilang: Jerman, Austria-Hongaria, Utsmaniyah, dan Rusia. Empat dinasti, bersama aristokrasi kunonya, jatuh setelah perang: Hohenzollern, Habsburg, Romanov, dan Utsmaniyah. Belgia dan Serbia hancur parah, seperti halnya Prancis, dengan 1,4 juta tentara gugur,tidak termasuk korban lainnya. Jerman dan Rusia juga terkena dampak serupa.

Baca Juga : Dampak Inflasi Dan Penyebabnya

Perang ini memberi konsekuensi ekonomi mendalam. Dari 60 juta tentara Eropa yang dimobilisasi mulai tahun 1914 sampai 1918, 8 juta di antaranya gugur, 7 juta cacat permanen, dan 15 juta luka parah. Jerman kehilangan 15,1% populasi pria aktifnya, Austria-Hongaria 17,1%, dan Prancis 10,5%.Sekitar 750.000 warga sipil Jerman tewas akibat kelaparan yang disebabkan oleh blokade Britania selama perang.Pada akhir perang, kelaparan telah menewaskan sekitar 100.000 orang di Lebanon.

Pada perang dunia 2 Ekonomi global menderita akibat perang, meski negara-negara yang terlibat terpengaruh dengan berbagai cara.Perang berlangsung antara thn 1939-¹945 Amerika Serikat tampil mendominasi ekonomi dunia.Britania Raya dan Amerika Serikat menerapkan kebijakan pelucutan industri di Jerman Barat pada tahun 1945–1948Akibat perdagangan internasional yang saling tergantung,hal ini menciptakan stagnasi ekonomi di Eropa dan menunda pemulihan Eropa selama beberapa tahun.

Pemulihan dimulai dengan reformasi mata uang di Jerman Barat pada pertengahan 1948 dan dipercepat oleh liberalisasi kebijakan ekonomi Eropa yang dipengaruhi Rencana Marshall (1948–1951) baik secara langsung maupun tidak langsung.Pemulihan Jerman Barat pasca-1948 disebut-sebut sebagai keajaiban ekonomi Jerman.Selain itu, ekonomi Italia dan Prancis juga meroket. Kebalikannya, Britania Raya berada dalam fase kekacauan ekonomi,dan terus memburuk selama beberapa dasawarsa.

Uni Soviet, meski menderita kerugian manusia dan material yang luar biasa, juga mengalami peningkatan pesat produksi pada masa-masa pascaperang.Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, menjadi salah satu ekonomi terkuat dunia pada tahun 1980-an.Tiongkok kembali ke produksi industrinya sebelum perang pada tahun 1952.

3.Bencana Alam

Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial, dampak dalam bidang sosial mencakup kematian, luka-luka, sakit, hilangnya tempat tinggal dan kekacauan komunitas, sementara kerusakan lingkungan dapat mencakup hancurnya hutan yang melindungi daratan.Salah satu bencana alam yang menimbulkan dampak paling besar, misalnya gempa bumi. Selama 5 abad terakhir, gempa bumi telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, 20 kali lebih banyak daripada korban gunung meletus.Dalam hitungan detik dan menit, sejumlah korbanluka-luka yang sebagian besar tidak menyebabkan kematian, membutuhkan pertolongan medis segera dari fasilitas kesehatan yang sering kali tidak siap, rusak, atau runtuh karena gempa.Bencana seperti tanah longsor pun dapat memakan korban yang signifikan pada komunitas manusia karena mencakup suatu wilayah tanpa ada peringatan terlebih dahulu dan dapat dipicu oleh bencana alam lain terutama gempa bumi, letusan gunung berapi, hujan lebat atau topan.

Manusia dianggap tidak berdaya pada bencana alam, bahkan sejak awal peradabannya. Ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen darurat menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan, struktural dan korban jiwa.Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah dan menghindari bencana serta daya tahannya. Menurut Bankoff (2003): "bencana muncul bila bertemu dengan ketidakberdayaan".Artinya adalah aktivitas alam yang berbahaya dapat berubah menjadi bencana alam apabila manusia tidak memiliki daya tahan yang kuat.


Bayangan Jatuh Ekonomi


Baru baru ini telah muncul wabah Covid-19 di seluruh dunia dan itu memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi dunia.Beberapa Negara mengalami penurunan ekonomi bahkan bangkrut. Sri Lanka jatuh ,Argentina,Afganistan,Mesir,Laos,Myanmar bersusah payah mengendalikan Inflasi di Negaranya.

No comments:

Post a Comment