Thursday, September 21, 2023

Cara aman dari kejahatan online

 Di era digital sekarang semua aktifitas komunikasi di lakukan dengan menggunakan gadget.Mulai dari menyimpan uang data pribadi dan semua keperluan sehari hari belanja kebutuhan rumah.Seiring dengan bertambahnya bisnis digital, sangat penting untuk memastikan keamanan data pribadi saat online.

Minimnya pengetahuan menjadi celah bagi pelaku kejahatan online untuk mencuri data kemudian menyalahgunakannya.Bagaimana cara mengenalinya? Simak tips berikut.

Image linkbranded

Kenali Modus Kejahatan Online


 1.Phising.

Phishing adalah upaya penipuan untuk mendapatkan atau data sensitif, seperti nama lengkap, kata sandi, dan informasi kartu kredit/debit, dan informasi lainnya, melalui media elektronik dengan menyamar sebagai sosok/pihak yang dapat dipercaya.

Phishing paling banyak ditemukan dalam bentuk email. Pelaku akan mengirimkan email yang mengatasnamakan pihak tertentu dan memancing korban untuk mengeklik link yang tercantum di dalam email. Isi email pun biasanya mengandung desakan, misalnya rekening yang akan diblokir, keamanan akun yang terancam sehingga harus segera memperbarui kata sandi, hadiah yang akan hangus jika tidak diklaim, dan masih banyak lagi. Semua untuk mendorong korban bertindak sesuai dengan yang diharapkan pelaku.

Tautan yang tercantum dalam email pun bisa berupa tautan yang mengarahkan korban untuk masuk ke situs web buatan pelaku dan memberikan data pribadi korban di sana atau tautan yang berisi malware sehingga perangkat elektronik korban dapat dikendalikan.


 2. Smishing.                                          

Smishing adalah penipuan phishing melalui pesan elektronik/SMS, atau disebut juga SMS phishing. Dengan mengetahui nomor ponsel kamu pelaku, bisa mengirimkan pesan/SMS mengatasnamakan pihak terpercaya yang bertujuan untuk mengelabui kamu supaya mengeklik link berbahaya berisi malware atau mengarahkanmu ke situs web buatan pelaku. Dengan adanya email, pesan dalam bentuk SMS di smartphone terasa lebih personal sehingga membuat korban kurang waspada.


 3. Vhishing

Voice phishing atau vhishing adalah bentuk penipuan melalui telepon. Penipu menggunakan social engineering melalui telepon untuk mendapatkan akses ke informasi dan keuangan pribadi seseorang. Sama seperti phishing dan smishing, korban akan diiming-imingi hadiah atau menerima desakan untuk memberikan data pribadi kalau gak mau hal yang gak diharapkan terjadi.


Waspada ketika di tempat umum.


Sebenarnya sangat mudah untuk melindungi diri dari penipuan phishing, smishing, atau pun vhishing. Yang perlu dilakukan adalah tidak melakukan apa pun. Tindak penipuan ini akan berhasil kalau korban terpancing dan melakukan hal yang diharapkan pelaku. Karena itu, jangan klik link atau melakukan apa pun yang disuruh pelaku.


Jaga informasi pribadi jangan berikan ke siapa pun.


Jangan membuka e-mail atau SMS dari pengirim yang mencurigakan apalagi mengeklik link yang ada di dalamnya.


Gunakan e-mail yang berbeda untuk keperluan yang berbeda-beda. Buat e-mail terpisah untuk kebutuhan perbankan dan jangan informasikan alamat e-mail ini ke siapa pun. Berbeda dengan e-mail untuk pekerjaan atau pribadi yang tentunya perlu diketahui teman atau rekan.

Miliki dua nomor handphone berbeda untuk urusan pribadi dan pekerjaan. Kalau hal ini gak memungkinkan untuk dilakukan, jaga baik-baik nomor handphone kamu dan jangan tampilkan di media yang bisa dilihat banyak orang yang gak kamu kenal, misalnya di profil media sosial.

Hindari menggunakan Wi-Fi publik untuk keperluan pribadi dan rahasia seperti melakukan transaksi atau mengakses aplikasi perbankan.

Jangan menyimpan informasi kartu di situs e-Commerce. Lakukan transaksi dengan Jenius Pay atau virtual account.

Perlu di ketahui, institusi perbankan atau merchant gak akan meminta untuk meng-update informasi melalui link yang tercantum di pesan teks/SMS. Jadi, patut curiga kalau menerima SMS seperti itu.

Penipu selalu berhasil melakukan tindak kejahatan mereka saat korban lengah, misalnya ketika sedang sibuk dengan pekerjaan sehingga perhatian teralih dan tidak merasa curiga. Untuk ini, jangan sungkan untuk memutuskan sambungan telepon atau meminta untuk dihubungi kembali ketika kamu memiliki waktu luang. Apabila penelepon menakut-nakuti dengan ancaman rekening yang akan diblokir, patut di curigai.

No comments:

Post a Comment