![]() |
| Sirkuit Mandalika (genpi.co) |
Pada 12 November 2021, Presiden Indonesia Joko Widodo meresmikan Sirkuit Internasional Mandalika. Dia kemudian melakukan putaran mengelilingi trek balap. Peresmian dilakukan menghadiri perlombaan Asia Talent Cup yang digelar dua hari kemudian.
Pada tanggal 16 November 2021, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dibentuk sebagai unit bisnis ITDC yang mengelola dan mengoperasikan sirkuit Mandalika.
Pada 19 November, usai sesi latihan bebas putaran World Superbike Indonesia, beberapa pebalap menyoroti permukaan trek yang kotor. Jonathan Rea menyebut Sirkuit Mandalika sedikit kotor, terutama di luar garis balap. Namun pebalap lain, seperti Scott Redding , Leon Haslam , dan Michael van der Mark , menganggap hal itu wajar untuk melakukan perjalanan baru.
Baca Juga : Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Pada tanggal 21 Desember, diumumkan bahwa Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah babak final GT World Challenge Asia musim 2022 pada tanggal 21-23 Oktober 2022. Namun balapan tersebut dibatalkan pada tahun 2022 karena Sirkuit Mandalika belum dihomologasi sebagai sirkuit balap mobil oleh FIA . Direktur Kejuaraan GT World Challenge Asia, Benjamin Franassovici, mengatakan masalah ini akan terselesaikan sehingga mereka memiliki "pilihan untuk berlomba di sana tahun depan".
Pada tes pramusim MotoGP 2022 yang digelar pada 11-13 Februari 2022, para pebalap mengungkap beberapa permasalahan pada area kerikil dan aspal di sirkuit. Pembalap tim Pramac Racing Jorge Martin menganggap kerikil di luar area lintasan "terlalu tajam" dan "menyakitkan". Hal itu ia ungkapkan usai terjatuh di area kerikil antara Tikungan 10 dan 11. Kondisi sirkuit yang kotor juga dikeluhkan para pebalap seperti Aleix Espargaro , Andrea Dovizioso , Alex Rins , dan Francesco Bagnaia . Masalah tersebut mengakibatkan sesi tes hari pertama terhenti selama beberapa jam untuk pembersihan. FIM, Dorna Sports, dan MGPA menganggap kotornya sirkuit ini disebabkan oleh hujan lebat pada malam sebelumnya. Namun dilansir The Race, debu dan kerikil di lintasan tersebut merupakan material aspal yang terkelupas dan hancur karena jenis agregat yang lebih halus dari spesifikasi yang ditentukan, dan karena tidak disiapkan. dan digunakan dengan benar. Hal tersebut diperbolehkan oleh Chaz Davies , pebalap WSBK yang membalap di Mandalika pada November 2021. Dua hari kemudian, diumumkan bahwa permukaan sirkuit akan diaspal ulang, dari sebelum tikungan 17 hingga setelah tikungan 5. Proses pengaspalan selesai pada 9 Maret 2022, tujuh hari sebelum jadwal sepeda motor pertama grand prix pada 20 Maret 2022. Menurut Campbell Wadell, insinyur yang terlibat dalam pengaspalan ulang sirkuit Mandalika dari perusahaan spesialis permukaan aspal R3, seharusnya sirkuit tersebut tetap memerlukan pengaspalan penuh. Sirkuit tersebut diperiksa oleh FIM pada tahun 2022 dan memperoleh nilai 'A', yang memungkinkan untuk dijalankannya seri MotoGP. Sebelumnya mendapat nilai 'B' pada saat ajang World Superbike pada November 2021.
Sebagai sirkuit yang dibangun khusus dengan area run-off yang luas, Sirkuit Mandalika diklaim berkonsep sirkuit jalanan, di mana sirkuit akan dibuka untuk masyarakat jika tidak sedang menggelar balapan. Meskipun dibuka untuk umum, hanya jalur jalan luar sirkuit saja yang dapat diakses, bukan trek sirkuit utama. Namun, hingga Maret 2023, jalur jalan luar sirkuit tidak dibuka untuk umum, mengingat tidak adanya urgensi yang mendesak.
Sirkuit ini awalnya dikabarkan memiliki panjang 4,8 km, tetapi berubah menjadi 4,32 km dengan 19 tikungan. Desain sirkuit kemudian diperpendek lagi menjadi 4,31 km dengan 17 tikungan. Menurut Ricky Baheramsjah, CEO Mandalika Grand Prix Association, tikungan dikurangi dan diganti dengan trek lurus karena faktor keamanan dan untuk "menambah aksi overtaking." Selain itu, desain diagram sebelumnya juga dinilai "lebih menguntungkan salah satu pabrikan". Permukaan sirkuit Mandalika menggunakan aspal berjenis Stone Mastic Asphalt (SMA) yang lebih kasar dan diharapkan akan memperkuat cengkeraman ban.
Saat peresmian, sirkuit ini memiliki panjang 4.301 km dengan 17 tikungan, dengan kapasitas 50.000 tempat duduk di tribun dan total mencapai 195.700 orang. Bangunan pit Sirkuit Mandalika yang terbentang sepanjang 350 meter memiliki dua lantai (sebagian tiga lantai) dengan kapasitas 50 garasi. Bangunan pit tersebut dapat dialihfungsikan menjadi pusat konferensi saat tidak diadakannya balapan. Ada sebuah bangunan pusat medis modular yang berjarak 100 meter dari race control, dilengkapi dengan tiga helipad. Pada 18 Maret 2022, diagram ini dihomologasi FIM kelas A.

No comments:
Post a Comment